Asia Artist Awards (AAA) 2022 | Nippon Gaishi Hall di Nagoya Jepang

Pemenang Asia Artist Awards 2022

Sederet penyanyi dan aktor yang mempesona menerangi Asia Artist Awards (AAA) 2022 di Jepang!

Pada 13 Desember, Asia Artist Awards tahun ini diadakan di Nippon Gaishi Hall di Nagoya, Jepang.

Enam Daesang (Grand Prizes) dianugerahi tahun ini: Aktor Terbaik Tahun Ini (2PM’s Lee Junho), Penyanyi Tahun Ini (SEVENTEEN), Lagu Tahun Ini (IVE’s “LOVE DIVE“), Album Tahun Ini (Stray Kids), Kinerja Tahun Ini (NewJeans), dan Tahapan Tahun Ini (Lim Young Woong).

Simak daftar lengkap pemenangnya di bawah ini!

Daesang – Actor of the Year: 2PM’s Lee Junho

Daesang – Singer of the Year: SEVENTEEN

Daesang – Song of the Year: IVE (“LOVE DIVE”)

Daesang – Album of the Year: Stray Kids

Daesang – Performance of the Year: NewJeans

Daesang – Stage of the Year: Lim Young Woong


Best Artist (Singer): ITZY, THE BOYZ, THE RAMPAGE from EXILE TRIBE

Best Artist (Actor): Han So Hee, Park Min Young, Seo In Guk

Best Actor: Kim Sejeong, Girls’ Generation’s Kwon Yuri, Lee Jae Wook, U-KISS’s Lee Jun Young

Best Musician: Choi Ye Na, LE SSERAFIM, TREASURE, NiziU, Peck Palitchoke

Best Acting Performance: WJSN’s Bona, Super Junior’s Choi Siwon, Hwang Minhyun, Kim Young Dae

Fabulous Award: Lim Young Woong, SEVENTEEN

Scene-Stealer Award: Ryu Kyung Soo

Best Choice (Singer): KARD, Kep1er, PENTAGON, Stray Kids, WJSN CHOCOME

Best Choice (Actor): Kim Seon Ho

Best New Artist (Singer): IVE, LE SSERAFIM, NewJeans

Best New Actor: Kang Daniel, Seo Bum June


Asia Celebrity (Singer): ITZY, BE:FIRST, Lyodra

Asia Celebrity (Actor): Kim Seon Ho, Girls’ Generation’s Kwon Yuri, Billkin, PP Krit


Emotive Award (Singer): CRAVITY, NMIXX

Emotive Award (Actor): Na In Woo


Hot Trend (Singer): IVE, Lim Young Woong, SEVENTEEN, NiziU

Hot Trend (Actor): 2PM’s Lee Junho, Park Min Young


AAA Icon (Singer): AleXa, VERIVERY

AAA Icon (Actor): Im Jae Hyuk


IdolPlus Popularity Award (Singer): BTS

IdolPlus Popularity Award (Actor): Kim Seon Ho


DCM Popularity Award (Singer): BLACKPINK, Lim Young Woong

DCM Popularity Award (Actor): Kim Sejeong, Kim Seon Ho


New Wave Award (Singer): Kep1er, NMIXX, TEMPEST

New Wave Award (Actor): Super Junior’s Choi Siwon, Hwang Minhyun


Best Achievement: Girls’ Generation’s Kwon Yuri


AAA Potential (Singer): Billlie, KINGDOM, LIGHTSUM, TFN

AAA Potential (Actor): Kang Daniel


AAA Focus (Singer): ATBO, Lapillus, TRENDZ

AAA Focus (Actor): THE BOYZ’s Ju Haknyeon


Best Producer: Seo Hyun Joo


Congratulations to all of this year’s winners!


Readmore → Asia Artist Awards (AAA) 2022 | Nippon Gaishi Hall di Nagoya Jepang

Untuk Menjaga Tubuhnya Tyas Mirasih Minum 4 Liter Sehari

4 Liter Sehari Minum Air Putih


Menjaga bentuk tubuh tetap proporsional memang keharusan. Terutama bagi mereka yang bekerja di dunia hiburan. Begitu pun yang dilakukan aktris Tyas Mirasih. Jika merasa agak gendutan, dia buru-buru diet untuk mengembalikan berat badan kembali seimbang. Meski demikian, Tyas bukanlah pengemar diet ekstem atau khusus. Olahraga dan menjaga pola makan justru menjadi andalan agar ia tetap fit.
"Yang pasti adalah rajin olahraga, makan buah segar dan sayur. Tidur dan istirahat yang cukup," katanya. Aktris yang dijuluki Ratu FTV ini juga menghindari dehidrasi dan itu hal yang wajib baginya. Untuk itulah, ia berusaha agar asupan mineral dalam tubuhnya selalu melimpah. "Minum air mineral yang banyak. Aku tuh minum air mineral sehari bisa 4 liter,' ujarnya.

Menurut Tyas, minum air mineral sama dengan merawat dirinya dari dalam. "Makanya kalau kemana-mana, aku selalu bawa botol yang 2 liter. Aku memang suka air mineral. Kalau banyak orang lebih suka minum es teh, aku pilih air mineral aja," tuturnya.

Tyas merasa beruntung tidak terlalu menyukai minuman manis atupun bersoda. Sehingga memudahkan jika sedang melakukan program diet. "Kalau mau diet tinggal atur pola makan. Makan nasi tetap, hanya kurangin manis. Aku juga nggak suka minuman soda ataupun kemasan. Karena itu jahat banget efeknya bagi tubuh, jelasnya. Meski olahraga juga menjadi cara untuk tetap fit, Tyas mengaku melakukannya tidak seintents dulu.

"Sebelum nikah, dia benar-benar nonstop olahraganya. Rajin banget. Tapi sekarang sudah jarang. Aku tetap olahraga namun tak sengoyo dulu. Sekarang seringnya pilates, tapi juga tidak intens,' katanya.

Beruntung Tyas dan suami yang juga mendukungnya untuk tetap bugar. Raiden Soedjono memang kerap olahraga bareng dengan perempuan yang berulang tahun 8 April itu.
"Kalau aku diet, Raiden juga ikutan. Begitupun ketika olahraga. Dulu sih nggak mau, tapi sekarang dia setuju saja dengan pola dietku. Dia kan drummer. Kadang kalau pas perform, bawain lagu metal, buka baju dia merasa malu badannya gelambir-gelambir gitu/ Makanya dia ikutan kayak aku," cerita Tyas.

Tampil Menawan


Selain menjaga pola makan dan olahraga, Tyas juga mengaku punyak trik untuk tampil menawan. Salah satunya adalah dengan menjaga kulit wajah tetap berseri
"Tipsnya simple. Secapeknya apapun karena padatnya aktivitas, ketika sampai dirumah, jam berapapun, harus cuci muka terlebih dahulu sebelum tidur," ujar wanita yang ingin segera diberi momongan itu.
"Mukaku bukan terkena polusi aja, tapi lebih banyak terkena matahari karena syuting. Kemudian ditempel make up. Pasti pori-pori kebuka, makanya jadi komedo," lanjutnya.

Tyas mengaku bukan wanita yang suka melakukan perawatan di salon atau klinik kecantikan. "Aku nggak seraji itu kok facial ke sana. Tapi, aku selalu tidak berhenti untuk pakai skin care. Rajin cuci muka dan pakai sun block kalau keluar rumah. Itu paling penting buat aku," ujarnya.

Begitupun untuk perawatan tubuh. Tyas mengaku bukan tipe wanita yang ribet dengan treatment khusus agar kulitnya halus.

"Aku pakai body lotion aja. Kalau luluran jarang. Beberapa bulan sekali malah, kubiarin aja kotoran numpuk. Karena nggak sempat, terus lupa. Ya sudah lah," tuturnya tersenyum.
Readmore → Untuk Menjaga Tubuhnya Tyas Mirasih Minum 4 Liter Sehari

Deretan Selebritis Cantik Pernah Merasakan Kuliner Ekstrem

Kuliner memang kesukaan banyak banyak orang. Nah bagaimana kalau Selebritis Cantik yang pernah menikmati kuliner Ekstrem dan si apa saja mereka simak ulasan berikut.


Sandra Dewi


Sandra Dewi pernah menjadikan binatang liar seperti kera dan ular sebagai santapan sehari-hari. Perempuan kelahiran Pangkal Pinang, Bangka Belitung 8 Agustus 1983 itu mengaku menikmati dari rasa daging hewan-hewan tersebut.

"Di Bangka Belitung kan masih banyak hutan, masih banyak binatang liar di hutan. Jadi kalau pulang suka bawa kera, ular, dan rusa buat di makan. Enak kok, beneran, cobain aja deh, rasanya kayak daging biasa sih," ujar Sandra Dewi.

Menurutnya, agar sedap daging binatang liar tersebut harus di sate atau digulai. Tertarik?

Maia Estianty


Sebuah unggahan sekaligus caption pernah ditulis oleh Maia Estianty di akun Instagramnya. Di unggahan itu terlihat Maia sedang mencicipi menu serangga di sebuah restoran di London, Inggris. Tak hanya itu saja, Maia juga meminta putra keduanya El Rumi untuk ikut mencicipinya.

Dewi Persik


Penyanyi dangdut bernama asli Dewi Murya Agung ini punya kebiasaan makan serangga kecil yang digoreng. Di Jawa hewan yang suka berkumpul di sekitar lampu itu dikenal dengan nama laron. "Kalau ritual kejiwaan, saya makan laron. Itu sudah turun temurun dilakukan keluarga kami. Kalau saya makan itu ucapan saya menjadi kenyataan. Apalagi ibu saya kan kejawen,' terangnya/

Selain itu, Depe, panggilan akrabnya, makan laron untuk kesehatan. Ia beranggapan makan laron membuat badannya lebih sehat.

Farah Quinn

Terkenal pintar masak, Farah Quinn tentunya sudah pernah mencicipi makanan dari berbagai penjuru dunia. Dia mengaku pernah makan sperma ikan. "Teksturnya kenyal dan menjijikan," terangnya.
Selain itu, Farah juga pernah makan Balut, makanan khas Filipina berupa telur bebek atau ayam yang sudah setengah jadi.
"Yang paling saya geli, waktu saya di Thailand (di negara ini juga ada, red) makan namanya Balut. Itu isinya telur bebek atau ayam yang setengah jadi. Itu yaa... masih ada kuning telur, ada urat dan bentuk kepala, dan sayapnya. Pas sudah dicobain tidak buruk juga rasanya.

Dinda Kanya Dewi

Dinda Kanya Dewi mengaku, hampir setiap makanan ekstrem yang ada di Indonesia pernah dicoba. Dari makanan buaya sampai makan burung flamingo. "Karena aku selalu ikut papa yang nomaden, sering berpindah-pindah. Jadi di setiap daerah aku pasti cobain makanan ekstrem di sana. Dari makan buaya sampai burung flamingo semuanya diajarin sama papa," ujarnya.

Citra Scholastika


Saat Citra Scholastika masih kanak-kanak, ia sempat tinggal di Papua. Di sana ia kerap menyantap ulat sagu untuk makanan sehari-hari. Dengan ukuran ulat sagu yang besar, bagi wanita 25 tahun ini paling enak ketika ditelan langsung tanpa dikunyah terlebih dahulu.

Leony

Mantan personel grup musik anak-anak Trio Kwek Kwek, Leony Hartanty, tampaknya juga suka makanan ekstrem.
Ia mengaku sudah pernah makan daging buaya, biawak, ular dan kera.
Dalam satu kesempatan, Leony mengaku pernah memesan sup biawak dan sate kera di salah satu restoran di kawasan Kota, Jakarta Utara. Gimana Tertarik mau coba?

Jill Gladys


Sate buaya dan sate ular piton adalah salah satu makanan Ekstrem yang digemari Jill Gladys. Aktris kelahiran Jakarta ini mengaku bahwa daging buaya dan ular piton rasanya lezat dan empuk." Ternyata not bad, empuk, tapi tujuh tusuk saja udah langsung anget nih badan." katanya.

Readmore → Deretan Selebritis Cantik Pernah Merasakan Kuliner Ekstrem

Khabar Duka Dari Dunia Selebritis Indonesia "Bunga Citra Lestari Di Tinggal Sang Suami Untuk Selama-lamanya"

Kenangan Bersama Suami Tercinta 

Duka mendalam masih menyelimuti Bunga Citra Lestari atau yang akrab dikenal dengan BCL. Suami yang telah 11 tahun menemani, pergi untuk selamanya. Ashraf Sinclair dinyatakan meninggal dunia karena serangan jantung di Rumah Sakit MMC, Kuningan Jakarta Selatan, Selasa, 18 Februari 2020 Pukul 04.51 WIB.

Kepergian Ashraf begitu mengagetkan. Mengingat beberapa jam sebelumnya, ia masih terlihat sangat sehat. Ia bahkan sempat mengantar BCL untuk syuting Indonesian Idol di studio RCTI Kebon Jeruk. Ashraf juga sempa ngegym di Corossfit Niscala di kawasan Pejaten Barat, Jakarta Selatan.

Pun demikian ketika pulang dan kembali bertemu dengan BCL di rumah. Keduanya masih sempat ngobrol bercanda. Saat itu, Ashraf minta dimasakkan mie instan oleh istrinya. Belum sempat masak mie instan, BCL yang sebelumnya sempat pamit untuk membersihkan wajah selama 30 menit, tiba-tiba mendapati suami telah pingsan.

Saat itu juga, Ashraf langsung di larikan ke rumah sakit. Dan pagi itu juga, ia dinyatakan meninggal dunia. Sedih dan pilu tentu dirasakan oleh BCL. Tak hanya menagis, ia bahkan beberapa kali mengatakan tak percaya jika kepergian suaminya adalah nyata. 

"Saya berharap ini semua hanya mimpi," ujarnya seperti yang dikutip dari unggahan Instagram Bubah Alfian.

Meski demikian, BCL berusaha tetap tegar. Dengan air mata yang tak berhenti menetes, ia mengantar jenazah suaminya hingga ke peristirahatan terkahir di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.

Tak Sendiri

Duka BCL tak sendiri. ada Noah Sinclair yang juga kehilangan sosok ayah. Ketika jasad Ashraf diturunkan ke liang lahat, Noah juga tak berhenti menangis keras. Pelukan BCL memang sempat menenangkan, namun setelah itu, Noah kembali menagis keras.

Dengan berusaha menahan air matanya, BCL kembali memeluk seraya berbisik," Tenang, Noah. Iill handle everthing," katanya.

Sebagai ibu, BCL merasa bertanggung jawab atas semuanya. Dia hanya ingin Noah kembali tenang. pemandangan ini begitu mengharukan. Membuat semua yang hadir di pemakaman ikut meneteskan air mata. Ketika prosesi pemakaman selesai, Noah pun tak lagi menangis. Sebaliknya, kini berganti dia yang duduk tenang mendampingi ibunya yang masih belum beranjak di samping makam Ashraf.

Di usianya yang masih 10 tahun, Noah seakan tahu dia menjaga sang ibu selepas kepergian ayahnya. Meski wajahnya masih terlihat sedih, ia justru memimpin sang ibu membaca surat Al Fatihah di depan makam ayahnya.

Ibu dan anak ini memang saling menguatkan. Tak hanya ketika saat pemakaman, namun juga di keesokan harinya. BCL diketahui kembali datang untuk ziarah ke makam suaminya. Meski dengan mata sembab, dia terlihat lebih tegar. Noah yang ikut serta juga tak lagi menangis. Dia menggandeng sang ibu untuk berdoa bersama. Beberapa anggota keluarga juga ikut mendampingi mereka. 

Beruntung BCL dan Noah punya keluarga dan kawan-kawan yang memberikan dukungan serta semangat baginya. Mereka tak hanya datang ke pemakaman Ashraf, tapi juga hadir di acara doa dan membaca tahlil bersama pada malam harinya.

Lebih Baik

Kehadiran artis yang ikut mendoakan Ashraf juga tak pernah berhenti. Mereka datang saat meninggalnya Ashraf hingga di malam ke tiga saat acara baca tahlil digelar.

Para artis yang datang mengaku ikut berduka dengan kematian almarhum Ashraf. Mereka juga memberikan dukungan pada BCL yang juga juri Indonesian Idol tahun ini, Judika dan Ari Lasso nampak  hadir pula. Begitu pula dengan penyanyi Afgan yang menceritakan kondisi terkini BCL yang kini lebih baik.

Sebelumnya, BCL diketahui sempat tak henti menangis. Meski sempat tenang, dia kembali menangis jika ada yang bercerita tentang Ashraf. Kepergian Ashraf yang mendadak juga membuat BCL trauma tidur di kamar, di mana Ashraf sebelum meninggal.

"Alhamdulillah. Tadi Unge terlihate better. Dia udah bisa ngobrol. Dia bilang badan gue capek banget. Gue belum tidur. Noah juga sudah lebih baik," ujar Afgan.

Komentar senada juga diungkapkan Al Gazali yang juga hadir pada saat itu. "Semua orang yang kehilangan pasti sedih. Cuma yang tadi aku lihat kak Unge masih tegar, masih kuat. Cuma di sisi dalamnya kita kan nggak tahu. Kalau di depan orang-orang masih bisa ketawa-ketawa," tutur putra suluh Ahmad Dhani dan Maia Estianty itu.

Baim Wong yang juga hadir pada saat itu juga mengakui kehebatan BCL yang terlihat tegar setelah kepergian Ashraf. "Dia hebat, bisa menyembunyikan rasa sedihnya. Demi Noah, dia berusaha tegar," kata suami Paula Verhouven itu.

"Juga sempat lihat Noah. Mungkin masih kecil, ya, ada saudara juga jadi masih main-main sama sepupu-sepupunya, tapi pasti hatinya sedihlah, sedih banget," celetuk Paula yang juga ikut mendampingi Baim ke rumah BCL. Rio/amy. Nyata.

Story Ashraf Sinclair


Tak hanya Bunga Cira Lesari atau BCL dan Noah. Sinclair yang terpukul atas kepergian Ashraf Sinclair. Fotografer pribadi BCL, Jodie Octora tak kalah kaget dengan meninggalnya aktor asal Malaysia tersebut.

Ditemui oleh wartawan Nyata di studio miliknya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (20/2), lalu Jodie kembali membuka file foto-foto Ashraf dan BCL yang pernah ia abadikan. Berkali-kali ia bergumam tak menyangka, orang yang ada di foto tersebut telah tiada.

"Nggak nyaka ini foto terkahirnya," ucap pria berkacamata itu. Jodie memang fotografer yang ditunjuk BCL untuk mengabadikan setiap momen kegiatannya. Ia pula yang memotret BCL dan keluarganya ketika berkunjung ke New York,  bersama BCL.

"Kebetulan jadwal Unge (panggilan untuk BCL, red) padat banget. Dia kan diundang sebagai brand ambassador di New York Fashion Week. Makanya, Ashraf banyak bersama saya," ujarnya.

"Kalau Unge ada undangan dinner, dia hanya ditemani dua asistennya. Sementara aku dan Ashraf keluyuran. Kita nggak bisa ikut karena nama kita nggak ada dalam daftar tamu," beber pria yang pernah berprofesi sebagai jurnalis itu.

Jodie kembali menandaskan bahwa tak ada kejadian aneh yang membuatnya berpikir bahwa Ashraf akan meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Kalaupun ada yang tidak biasa, itu pun hanya soal foto saja.

"Aku cuma heran aja. Tiba-tiba dia minta difotoin. Padahal, selama aku menemani Unge buat foto, Ashraf tak pernah sekalipun minta foto sendiri. Dia bukan orang yang, 'Jod, fotoin hue dong'. Bukan begitu justru kadang aku minta dia nemenin Unge untuk pose bareng. Kalau ngga diminta, dia ngga akan ikutan foto," kenang Jodie.

Pose Terakhir

Sembari bercerita, Jodie pun menunjukkan foto yang diminta Ashraf. Di layar laptop itu, nampak foto Ashraf sedang berdiri di tengah jalan di New York.

"Ashraf tiba-tiba meminta foto di sini. Dia minata difoto bagaimana wajahnya terlihat hitam sedangkan di atas kepalanya ada sinar matahari," papar Jodie.

Diceritakan Jodie, foto itu diambil pukul 1 siang waktu setempat, sehari setelah meraka tiba di New York. Siang itu, Jodie dan Ashraf memang sengaja memilih keluar hotel karena cuaca sedang bagus.
"Saat itu, aku lagi nggak bawa kamera, karena kameraku masih dalam koper. Aku bilang, foto pakai HP saja ya," ucap Jodie.

Di momen yang lain, saat Jodie memotret BCL untuk keperluan Brand, tiba-tiba Ashraf juga meminta foto sendiri. Karena hasil fotonya bagus, Ashraf pun menggunggah foto tersebut di akun instagram pribadinya pada Sabtu 15/2 yang lalu.
Foto Terakhir Ashraf

Dalam foto diatas, Ashraf kelihatan memakai jaket hitam, berkaus dan sepatu putih. Serta dibelakangny ada efek asap. "Dia senang pose berdiri di pinggir jalan yang sepi dengan efek asap yang ada dibelakangnya. Gue nggak nyangka, itu foto terakhir yang gue ambil buat almarhum,' Kata Jodie.

Selama di New York, menurut Jodie, Ashraf tiga kali meminta pemotretan secara khusus. Bahkan, di hari ke tiga selesai sarapan pagi, meski suhu udara sangat dingin, ia bahkan kembali minta difoto.

"Jod fotoin gue, di sini banyak spot bagus. Gue pingin foto dari sini ke tempat itu. Dia bilang biar jalanan kelihatan, gue kayak melayang gitu. Aku nggak feeling apa-apa, cuma aku fotoin aja,' tutur Jodie.
Jodie mengaku mengenal BCL sejak 2007. Sempat beberapa kali memotret BCL di lokasi syuting, ia pun kemudian diminta membantu dokumentasi foto selama BCL show menyanyi pada 2014 lalu.

Sejak itulah, Jodie sering terlibat sebagai fotografer di kegiatan BCL termasuk bareng keluarganya. "Makanya hubungan kami sangat akrab. Malam sebelum ia meninggal dunia, gue masih whats app-an sama mereka soal kerjaan," kata Jodie.

"Sampai pukul 03.00, aku masih chatingan masih bahas pekerjaan. Pukul 03.15 chat berhenti. Setelah itu nggak ada kontak lagi," lanjut Jodie.

Jodie berpikir semua sudah beres. Saat hendak menutup laptop, BCL tiba-tiba mengabarkan suaminya pingsan. "Gue sempat nggak percaya. Kan barusan aja, kita what app-an," tanya Jodie.
Tapi kemudian, BCL mengabarkan di rumah sakit. "Gue langsung susul. Gue yang pertama datang. Di situ, Unge nangis, suaminya sudah tidak ada," tutur pria berambut cepak itu. *kri/amy. Nyata.

Readmore → Khabar Duka Dari Dunia Selebritis Indonesia "Bunga Citra Lestari Di Tinggal Sang Suami Untuk Selama-lamanya"

Prilly Latuconsina "Yang Penting Have Fun"

Rehat dari akting, Prilly kini bermusik. Tapi mengapa dia memilih kolaborasi dengan DJ asal Brazil?


Sukses di akting, tak membuat Prilly Latuconsina berpuas diri. Setelah beberapa kali mengisi soundtrack sinetron dan film yang dibintanginya, kini Prilly merilis single, Shooting Starts.

Konon single itu disebut-sebut sebagai langkah awal Prilly go international. Sebab Prilly dikontrak label internasional, Spinnin Records Asia, label itu menaungi beberapa DJ internasional.

Di lagu tersebut Prilly berkolaborasi dengan Selva, DJ asal Brazil yang sedang hits saat ini. Meski begitu, pemain sinetron Ganteng-Ganteng Srigala ini tak ingin memusingkan soal beban go internasional tersebut.

"Terserah orang mau bilang ini go internasional atau nggak. Intinya aku rilis lagu kolaborasi dengan DJ dari Brazil. Lagu ini rilisnya secara global. Bukan hanya di Indonesia tapi di beberapa negara juga, " kata Prilly saat di temui di kawasan Gambir, Jakarta Pusat Selasa (11/2) lalu.

"Karena aku nggak mau orang terlalu berharap berlebihan sama aku. Aku hanya mau menjalani perjalanan aku ini sesantai dan segembira mungkin. Pokoknya musik yang penting have fun," Prilly menambahkan.

Sayang sukses karir Prilly di dunia hiburan tak berbanding lurus dengan asmaranya. Tak terasa enam bulan sudah Prilly menjomblo pasca putus dari aktor Maxime Bouttier, Hingga kini ia belum juga menunjukkan tanda-tanda mendapatkan gandengan baru. Meski ia berusaha mengalihkannya dengan berkarya, namun kondisi tersebut diakuinya sempat membuatnya resah.

Tak hanya Prilly, keluarganya pun merasakan kegelisahan yang sama untuk single itu. "Mereka kayak, 'Kamu nggak ada yang ngapelin?' Suka ngeledekin itu aja sih, karena adik aku sekarang lagi pacaran terus. Biasalah anak 18 tahun terus aku kalah gitu. Dia malam mingguan sama pacarnya. Kalau aku nonton Korea aja di rumah," kata Prilly tersenyum.

Tak Menjamin


Popularitas dan kesuksesan rupanya tak menjamin Prilly untuk mudah mendapatkan kekasih. Pasca putus dari Maxime, ia kesulitan mendapatkan sosok kekasih baru. "Jadi memang benar-benar susah ya. Cari pacar saja susah apa lagi cari suami," jelas gadis 23 tahun ini.

Kondisi itu bukan berarti Prilly bisa menerima sembarang pria untuk menjadi kekasihnya. Prilly tetap selektif , karena ia tak ingin ketika nikah nanti rumah tangganya cepat hancur akibat menikah buru-buru.

"Aku lebih baik kebablasan karir. Tapi pas nikah akan awet dan akan bahagia banget karena sudah mantap gitu," beber Prilly. *noe/bas Nyata.
Readmore → Prilly Latuconsina "Yang Penting Have Fun"

Milea Day Goyang Bandung | Bandung kembali dijadikan tempat untuk merilis film trilogi Dilan

Sekuel ke tiga film DIlan, Milea: Suara dari Dilan kembali bikin heboh Bandung lewat acara akbar Milea Day. Rangkaian acara dimulai dengan meet and greet di Miko Mall, 23 Paskal Mall, BEC Mall dan puncaknya Gala Premier di Ciwalk.

Tak di pungkiri Iqbaal Ramadhan (Dilan) dan Vanesha (Milea) menjadi magnet utama di acara itu. Dengan mengenakan kacamata hitam, Iqbaal terlihat tampil dengan penuh percaya diri.

Dalam kunjungan ke mall, Iqball selalu datang yang paling akhir dan kembali paling belakangan karena ingin meladeni penggemarnya untuk berfoto dengannya. Yang paling mencolok adalah pengamanan Iqbaal cukup ketat. Ada 8 orang pria dengan berbadan tegap yang dibawa khusus oleh Iqball untuk menjaganya.

Mereka cukup tegas menghalau penggemar yang hendak mendekati Iqbaal. Padahal pemain lain hanya ditemani asisten dan pengawalan yang disediakan panitia.

Meskipun demikian, antusias tinggi selalu ditunjukkan penggemarnya di setiap mall yang dikunjungi. Kerap terselip pertanyaan lucu dan pujian penggemarnya.

Misalnya dari Eulis, ibu muda penggemar berat Dilan datang ke 23 Paskal Mall ketika ia tahu ada Dilan di sana. "Aduh ganteng pisan Dilan euy. Mileanya juga geulis pisan." celotehnya saat diberi kesempatan bertanya.

Ada juga seorang remaja putri yang berharap agar Dilan dan Vanesha benar-benar jatuh cinta dan pacaran seperti yang di film. "Kak Iqbaal dan Kak Vanesha kenapa enggak cinlok aja?" tanyanya.

Spontan pertanyaan ini membuat keriuahan semakin menjadi. Sepertinya harapan tersebut juga menjadi harapan penggemar film Dilan yang lain. Tapi Iqbaal punya jawaban santai. "Karena cinta enggak bisa dipaksakan. Kalaupun cinlok pasti saya enggak akan bilang-bilang," jawab Iqbaal,

Cerita Terbaik


Iqbaal sepertinya gemas dengan beberapa pertanyaan yang tak berhubungan dengan film. Karena itulah ia meminta pertanyaan yang diajukan berhubungan dengan film.

Karena itulah ia langsung senang saat mendengar pertanyaan yang ia nilai cukup bagus. Yaitu tentang keinginannya jika bisa mengubah sesuai keinginannya apakah ia tetap membuat kisah Dilan dan Milea putus atau justru sebaliknya menikah. "Pertanyaan bagus sih. Buatku apapun yang ditulis Ayah Pidi itu adalah cerita terbaik yang sudah ada dan harus diterima," kata iqbaal.

Kelar meet and greet, konvoi mengarak pemain Milea : Suara dari Dilan dimulai.  Rutenya dari lapangan Gasibu menuju Ciwalk. Dalam konvoi ini para pemain Dilan menaiki mobil Bandros, mobil berbodi terbuka yang memang biasa digunakan untuk konvoi. Di belakangnya ratusan sepeda motor dari berbagai komunitas dan genk motor mengikuti.

Kemeriahan terasa di sepanjang jalan karena para pemain tak henti-hentinya membalas lambaian masyarakat di sepanjang jalan yang dilalui. "Untuk keduakalinya diiringi motor sama Bandros, rasanya kaya de javu. Jalan yang ditempuh juga sama. Bajunya aja yang beda," kata Iqbaal saat tiba di Ciwalk.

Di Ciwalk adalah puncak dari Milea Day. Area panggung di halaman mall yang terletak di jalan Cihampelas ini disesaki para pengunjung. Yang istimewa salah satu pemain, Yoriko berhasil memukau penonton dengan suara merdunya membawakan sebuah lagu.

Antusias tinggi penggemar itu semakin membuat mereka optimis kalau film ke tiga dari trilogi kisah Dilan itu akan kembali meraih sukses. Setidaknya itu tampak dari lokasi Gala Premier di Ciwalk di mana tiket 5 Studio yang menayangkan film tersebut ludes terjual.

"Dari informasi yang di dapatkan, hari pertama film ini mendapat lebih dari 850 layar dan alhamdulillah jumlah penontonnya bagus. Syukurlah, kami optimis kembali sukses seperti dua film sebelumnya," kata produser Max Pictures, Ody Mulya Hidayat.

Vanesha Prescilla, pemeran Milea merasa bangga dengan sambutan masyarakat Bandung di acara Milea Day. "Seru banget teman-teman di Bandung. Antusiasme mereka luar biasa banget karena enggak beda dari dua tahun lalu. Film pertama dan kedua juga kaya gini mereka menyambut kita dengan hangat," kata Vanesha disela-sela meet and greet di Miko Mall Bandung.

Tapi ada satu yang membuat Vanesha sedih. Karena film itu adalah film terakhir dari Trilogi yang dibuat Pidi Baiq. Tidak ada cerita atau novel ke empaet yang bisa dibuat filmnya. "Sedih hanya pas kemarin dubbing, ini kan film terakhir. Jadi keingat lagi aja karena kan syutingnya udah lumayan lama," kata adik Sissy Pricilla itu.

Kesedihan serupa diungkapkan Fajar Bustomi. Sebagai orang yang paling lama menggarap film itu, Fajar bahkan sampai menangis menyadari film yang disutradarainya itu akan sekuel terakhir dari film Dilan. 
"Saya dekat banget dengan film ini karena setahun mengedit dan setiap hari nonton. Inget mereka dilokasi tapi ini sudah yang terakhir, Sedih, ini aja mau nangis. Makanya saya berharap ayah Pidi masih mau menulis Dilan dan Milea. Doakan saja karena yang tahu hanya Allah dan ayah," kata Fajar.

Suara Hati


Film Milea : Suara Dari Dilan memang menjadi penutup trilogi kisah Dilan. Setelah film Dilan 1990 (2018) dan Dilan 1991 (2019) menceritakan dari sudut Milea (Vanesha), kini gantian cerita diambil dari sudut Dilan.
Timeline ceritanya tak akan jauh dari kejadian utama film Dilan 1991. Tapi di film ini akan menjawab semua hal tentang Dilan yang tidak dketahui oleh dua film sebelumnya. Karena itulah Iqbaal menyebut film kali ini bisa menyuarakan isi hati pria di mata wanita. "Karena ini diambil dari sudut pandang DIlan harusnya ini bisa menyuarakan isi hati cowok. Supaya cowok tidak disalahkan terus," kata Iqbaal. Noe/sos. Nyata
Readmore → Milea Day Goyang Bandung | Bandung kembali dijadikan tempat untuk merilis film trilogi Dilan

Sejarah Baru Tercipta "The Winner is Nagaa" Film bukaan Berbahasa Inggris Terbaik

Parasite dari Korea Selatan secara mengejutkan jadi Film Terbaik di Academi Awards ke 92. Apa saja yang menarik dari film besutan Sutradara Bong Joon Ho itu ?


And the Oscar goes to ..... Parasite. Suara lembut arktris Jane Fonda itu seketika membuat Dolby Theatre, Minggu 9 Februari 2020 lalu bergemuruh. Tamu yang hadir berdiri dan memberi tepuk tangan.

Namun perhatian pun tertuju pada tim Parasite. Sutradara Bong Joon Ho yang sedang jadi pusat perhatian dunia, sangat tenang menyambut kemenangan itu. Sepertinya dia sudah terbiasa mendengar Parasite disebut sebagai pemenang.

Diawali dengan kemenangan di Festival Film Cannes 2019 pada 21 Mei lalu dan menjadi film Korea Selatan pertama yang memenangkan Palme d'Or. Selanjutnya Golden Globes ke 77 yang memenangkan Film Berbahasa Asing Terbaik.

Berlanjut ke British Academy Film Award ke 73 yang menobatkan film produksi CJ Entertainment itu sebagai Film bukaan Berbahasa Inggris Terbaik.  Kemudian di ajang Screen Actors Guild Award, Parasite menjadi film non Bahasa Inggris pertama yang memenangkan Outstanding Performance by Cast in a Motion Picture. Puncaknya Academy Awards ke 92 yang tidak saja memberinya Oscar, tapi memenangkan kategori paling prestisius. Karenanya, itu baru kali pertama terjadi sepanjang sejarah Academy Awards.

"Momen yang sangat tepat terjadi sekarang," kata produser Kwak Sin Ae, melalui penerjemah.

Empat Piala


Kwak Sin Ae tidak salah, sebab Parasite meraih empat penghargaan di ajang penghargaan film paling bergengsi itu. Film pertama pula yang memenangi dua kategori, yaitu Film Internasional Terbaik dan Film Terbaik. "Sepertinya penghalang yang kami hancurkan sangat banyak," canda Bong Joon Ho melalui penerjemah Sharon Choi kepada Stephanie Elam dari CNN, usai acara.

"Rasanya hidup luar biasa ketika banyak hal terjadi begitu cepat dan itulah yang terjadi malam ini," lanjutnya. "Film dari negara Naga Kecil Asia siap menghancurkan stigma," demikian pernyataan Bong Joon Ho sebelum perhelatan.

Ucapan itu ternyata terbukti. Naga Kecil Asia alias Korea berhasil menaklukkan Hollywood. Dalam ajang Academy Awards ke 92 itu, Parasite menyabet empat penghargaan. Selain Film Terbaik, film Berbahasa Korea itu menang Sutradara Terbaik untuk Bong Joon-Ho, Film Internasional Terbaik dan Skenario Asli Terbaik.

Sementara kategori Desain Produksi Terbaik dan Penyuntingan Terbaik, 'hanya' masuk nominasi. Parasite mengalahkan 1917 yang sejak awal sebenarnya diprediksi meraih penghargaan Film Terbaik. Film yang disutradarai Sam Mendes itu meraih tiga penghargaan.

Parasite berkisah tentang keluarga Kim yang tinggal di basement apartemen. Ayah Ki-taek (Song Kang-ho) dan istrinya, Chung-sook (Jang Hye-jin), anak lelaki Kim Ki-woo (Choi Woo-shik) serta anak perempuan Kim Ki-jeong (Park So-dam) yang hidup super miskin.

Suatu hari Min-hyuk, teman Kim woo yang seorang mahasiswa menawarkan pekerjaan mengajar anak di keluarga kaya. Berhasil, dan setelahnya seluruh keluarga pun berkonspirasi untuk bisa masuk di keluarga kaya itu.

Parasite berbeda dari film-film nominasi Film Terbaik yang rilis dengan menggelegar. Film berdurasi 132 menit itu rilis secara konvensional. Secara global, tiket Parasite terjual USD 165 juta atau setara dengan Rp. 2,25 triliun.

Bukan Akting


Kemenangan Parasite seakan jadi hadiah atas sejarah dunia hiburan Korea yang tahun lalu genap satu abad. "Industri film Korea merayakan ulang tahun ke 100, tahun lalu. Kemenangan ini pun seperti hadiah untuk itu," kata salah seorang penggemar Bong Hoon Ho, Baek Young-hoon.

Parasite bukan hanya film Korea Pertama yang memenangkan Oscar, juga jadi yang perdana masuk nominasi. Di tengah kegembiraan itu, banyak yang menulis jika Paratise tidak dipuji untuk kualitas akting.

"Memang kejeniusan Parasite melampaui satir yang pernah ada. Masing-masing aktor menyampaikan pesan yang dimainkan juga dengan baik. Namun ketiadaan nomiasi untuk para pemainnya tentu tidak menguntungkan," kata penulis Justin Chang untuk Los Angeles Times.

Bahkan ketika film-film dengan pemain Asia yang paling banyak dinominasikan untuk Oscar, termasuk Film Terbaik, hampir tidak pernah ada aktor yang masuk nominasi.
Bong Joon Ho

Ini Karya Bersama


Setiap membicarakan keberhasilan Parasite, perhatian pasti tertuju kepada Sutradara Bong Joon Ho. Berkat dialah. Parasite berjaya di dunia. Namun berkat Parasite pula, Bong Joon Ho diganjar penghargaan sebagai sutradara terbaik. Yang paling bergensi di Academy Awards. Lainya? Masih banyak. Ada Korean Asociation of Film Critics Awards, Director's Cut Awards dan Blue Dragon Film Awards, penghargaan-penghargaan di Korea Selatan.

Pria 50 tahun itu juga masuk nominasi untuk British Academy Film Awards, Golden Globes dan Directors Guild of America Awards. Bong pun menjadi orang Korea Selatan pertama yang menang Sutradara Terbaik Academy Awards. 

"Saya bangga dan senang, tapi bukan saya sendiri yang membuat film ini. Saya berterima kasih kepada orang-orang yang bekerja sama dengan saya dan tim membuat film ini," kata Bong Joon Ho dalam wawancara dengan media NYTIMES.

Bukan karena kebetulan dan keberuntungan, Bong Joon Ho bisa berbicara di panggung internasional. Parasite sendiri bukan karya perdananya. Film yang dibintangi Park So-dam, Cho Yeo-jeong dan Choi Woo-shik itu adalah film ke tujuhnya. 

Proyek perdana Bong adalah Incoherence (1994). Itu adalah film thesis Bong yang dibuat ketika dia kuliah di Korean Academy of Film Art dan dibagi dalam empat cerita pendek. Film itu menuai banyak kritik. Namun, Bong cukup bangga terutama untuk sudut pandang gambarnya.

Pilih Indie


Enam tahun kemudia dia memproduksi film profesional perdananya, Barking Dogs Never Bite. Film yang menyakitkan pecinta hewan. Film ke dua, Memories of Murder (2003), jadi proyek yang jauh lebih besar, diadaptasi dari drama panggung tentang pembunuh berantai tahun 1980-an.

Proyek selanjutnya, Bong mulai mendunia. Lewat The Host (2006), Bong makin diakui. Bercerita tentang monster kadal karena kontaminasi racun yang dibuang pabrik-pabrik.

The Host pun diputar di Festival Film Cannes 2006. Film ini diputar di 1800 layar dan 13 juta tiket habis terjual. Universal Studio Amerika Serikat pun membeli hak cipta untuk mendaur ulang.

Pasca The Host, Bong sebenarnya bisa komersil, namun dia memilih menggarap film misteri berskala kecil, Mother (2010). Bercerita tentang janda yang harus melindungi putranya yang keterbelakangan mental, setelah si anak dituduh membunuh siswi SMA setempat.

Empat tahun kemudian, Bong akhirnya mengambil proyek berdana besar untuk Snowpiercer, sebuah film fiksi ilmiah.. Dilanjutkan dengan Okja, kolaborasi Bong dengan sineas Amerika Serikat. Film yang dibintangi Tilda Swinton, Jake Gyllenhall dan Seohyun Ahn. Berkisah tentang rekayasa babi namun dengan drama yang menyentuh.

Komik dan Film


Lantas seperti apa sih kisah hidup Bong Joon Ho. Dia lahir di Daegu, Korea Selatan pada 14 September 1969. Ketika berumur sembilan tahun, Bong bersama orangtua dan ketiga kakaknya pindah ke Seoul.

Dia pun mulai menyukai film-film Hollywood beraneka genre dan menggambar komik. Bong mulai kuliah di Yonsei University pada 1988. Di sela itu dia menjalani wajib militer selama dua tahun, kemudian kembali pada tahun 1992.

Bong pun bergabung dengan klub film yang bernama Yellow Door dengan anggota para mahasiswa dari beberapa universitas. Di sanalah dia membuat film-film pertamanya.

Setelah lulus, Bong menghabiskan lima tahun pertamanya untuk belajar ke banyak sutradara. Dia pernah jadi bagian film antologi Seven Reasons Why Beer is Better Than a Lover (1996). Dia juga jadi satu dari empat penulis naskah untuk Phantom the Submarine (1999). *bbs/ad

Sharon Choi, Si Cantik Pendamping Bong Joon Ho :

Sharon Choi, Si Cantik Pendamping Bong Joon Ho :

Saya ini Hanya Penggemar

Di mana ada Bong Joon Ho pasti ada perempuan cantik ini. Demikian pula setiap pemain dan tim Parasite di panggung untuk menerima hadiah, selalu ada dia. Siapa ya Dia?

Tidak hanya Bong Joon Ho dan para pemain Parasite yang jadi pusat perhatian saat perhelatan Academy Awards ke 92, Minggu 9 Februari 2020 lalu. Ada satu perempuan cantik yang jadi penerjemah setiap kalimat yang diucapkan Bong Joon Ho maupun produser Parasite.

Dialah Sharon Choi. Sharon pun semakin popular sepanjang musim penghargaan ini. Maklumlah ke manapun tim Parasite atau sutradara Bong Joon Ho tampil, baik di karpet merah atau talkshow, pasti di sana ada Sharon.

Sebenarnya Bong bisa berbahasa Inggris, namun demi kenyamanan dan kelancaran, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Sharon.
"Saya ini hanya penggemar Parasite dan semua filmmaker yang terlibat," kata Sharon kepada the Hollywood Reporter, bulan lalu. Gadis berusia 25 tahun itu sebenarnya belum lama bekerja dengan Bong. Tepatnya Mei lalu ketika Parasite menang penghargaan utama di Festival Film Cannes. Demikian dikutip The Korea Herald, suratkabar berbahasa Inggris di Korea.

Sejak saat itu keduanya tidak terpisahkan. Dan seiring makin bersinarnya Bong, dia mengandalkan Sharon sepanjang musim penghargaan.

Cemas di Panggung

Kepada E! saat karpet merah perhelatan Academy Awars lalu, Bong memuji Sharon dalam Bahasa Korea, yang diterjemahkan Sharon dengan tersenyum." Sangat memalukan untuk menerjemahkannya. Tapi dia berterima kasih kepada saya, karena kampanye ini sudah berjalan mulus," kata Sharon.

Kepada The Hollywood Reporter (THR), Sharon sebenarnya berujar jika dia selalu deg-degan. "Saya selalu cemas," katanya tentang tampil di panggung di depan banyak bintang besar dunia.
"Tapi dia punya pesona luar biasa," kata Bong masih kepada THR.

Sharon Choi adalah gadis berdarah Amerika-Korea yang kini tinggal di Seoul. Dia juga punya passion yang tinggi pada film. Dia belajar film saat kuliah dan saat ini sedang menyelesaikan skenario perdananya.
Kepada wartawan, Bong sempat mengatakan kepada wartawan di belakang panggung Oscar, jika dia tertarik untuk membaca naskah Choi.

Bong pun yakin, Sharon bisa menjadi filmmaker yang hebat. "Dia sudah sempurna dan kita semua bergantung kepadanya," ujar Bong.
"Dan dia juga akan jadi filmmaker yang hebat," imbuh. Bong.

Demikian kisah sekitar Sutradara Film Parasite Bong Joon Ho yang kami rangkum dari penelusuran Nyata.

Readmore → Sejarah Baru Tercipta "The Winner is Nagaa" Film bukaan Berbahasa Inggris Terbaik

Post Populer

Copyright © Kisah Selebritis. All rights reserved.